DJ Okay just an unique guy who was born in Bandar Lampung,October 8th 1980.
Now he works at small place in Jambi, (Terdampar ya Kay!).
Dia sih punya impian buat bikin bandnya jadi terkenal, well kita tunggu aja tanggal mainnya!!
 
SALAM DARIKU UNTUKMU
   


DIMANAKAH KAU BERADA

<< April 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:
 

WAKTU DJ OKAY Link to ClockLink.com
JANJI...... KALI


rss feed

people in the house
Let's Bring it on baby

Masih peduli dengan pendidikan anak-anak Aceh?
Klik aja di sini!

 

G-FAMILY
DARI HATI YANG TERDALAM

::BUNDA::
NAKED BRAIN
GIGI
BUDJANA
JOMBLO CAFE'
MILISNYA GIGI
ONE
ADIT
ANNA MBEE
BEA
BHITA
BISMA
CHAHA
DEBORA
DELAKEKE
DEPPII
DIMDIM
DJAY
DNA
DODI
GGKT BDG
HERRY
IJAR
LEECIEL
MADAME ICHA
MBAMBEE
MILA SUTEDJA
ONO
PRAM
PRESIDEN SBY
POPO (BEA SISTA)
SAKURA
SANTIE
SHOFA
TAMARA
TEAWOELL
TEH' ALICE
TEH' PIPIT
VINA SECTIANA
YAYA
FRIENDSTER 

G-SPOT
SEMUA UNTUKMU

LINKIN PARK
LIMP BIZKIT
KORN
THE GROOVE
ADIDAS
TOOPHAT
RHCP
HIPHOPKITA
HIPHOPINDO
GITARIS
TEMBANG.COM

 

G-RADIO
FEEL THE EMOTION OF THE MUSIC

I-RADIO
MTV ON SKY
HARDROCKFM
MUSTANG
PRAMBORS
COSMOPOLITAN
INDIKA FM
OZ
ARDAN
GERONIMO
GIGA FM

 

G-STORE
KUCARI YANG KAU MAU

RAJA KARCIS
BABY PARCEL
BADJOEKOE
C59
BAJU MUSLIM
BATU HIAS
DVD/VCD PERDANADISC
YAKKUMCRAFT
CLOTHING FROM BALI
BALI HANDMADES
PERABOT KAYU
KERAJINAN YOGYA
RUMAH KAYU
BANTEN RESORT

 

G-FOOD
SEDIKIT SAJA....

THE BLOWFISH
CILIANTRO
DABU-DABU
MAJALAHEATEN

 

G-WORLD
ADAKAH YANG TERSISA

PENULIS LEPAS
LAYAR PERAK
CABE RAWIT
BULAN MADU
INDOBLOGAWARD
ONLINE GAME
KAPAN LAGI
SEA WORLD

 


DJ Okay thanks to :
Allah SWT,
Prophet Muhammad SAW,
My Parents and Family,
My Nephews and Niece,
Blogdrive,
Andries My Bro,
G-family,
G-Spot band,
All the friends in past, present, and future, I love u guys!

 

 

Siang dan Malam

Hidup dan mati

hanyalah satu episode
dalam kehidupan kita

 

  

Kesombonganku
Keangkuhanku

Membutakan hatiku
Menggelapkan mataku

 

Tak bisa kah
kita untuk sejenak

Luangkan segala
waktu yang tersisa

Tak bisa kah
kita untuk sejenak

Coba tuk lihat dunia

 


Tuesday, April 12, 2005
GEMPA DI PADANG

Gempa Guncang Kota Padang, Ribuan Warga Lari ke Perbukitan 

 

Ribuan warga Kota Padang Minggu (10/4) petang panik luar biasa dan berlarian mengungsi ke perbukitan menyusul gempa yang mengguncang ibu kota Provinsi Sumatera Barat itu sekitar pukul 17.18. Sampai tadi malam belum diperoleh laporan rinci kerusakan akibat gempa, kecuali ada sejumlah bangunan yang dilaporkan retak-retak.

 

Petugas Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) pada Stasiun Pencatat Gempa Lubuk Matakucing, Padangpanjang, Joharman, yang dihubungi melalui telepon semalam menyebutkan, gempa pertama yang guncangannya terasa cukup kuat di Padang itu terjadi sekitar pukul 17.18 berkekuatan 7,4 skala Richter (SR). Pusat gempa berada pada 0,8 derajat Lintang Selatan (LS) dan 98,9 derajat Bujur Timur (BT), sekitar 200 kilometer barat Kota Padangpanjang atau dekat Pulau Mentawai.

 

Menurut Joharman, beberapa detik setelah gempa pertama, beberapa kali terjadi gempa susulan yang guncangannya lebih kecil. Salah satunya berkekuatan 6,5 SR beberapa saat setelah gempa pertama. Hingga pukul 20.30 Stasiun BMG Padangpanjang mencatat terjadi 110 kali gempa susulan, 15 kali di antaranya terasa oleh manusia yang diam di tempat.

 

 

Sementara itu, Kepala Bidang Gempa Bumi BMG Suhardjono yang dihubungi di Jakarta mengemukakan, gempa yang dirasakan warga Padang dan sekitarnya berkekuatan 6,7 SR. Gempa itu berlokasi di Samudra Hindia, 105 kilometer barat daya Kota Padang, tepatnya pada 1,76 derajat LS dan 99,7 derajat BT. Gempa terjadi pukul 17.29 pada kedalaman 30 kilometer. Dampak gempa yang terasa di Kota Padang antara 4-5 MMI (Modified Mercalli Intensity).

 

Sangat panik Wartawan Kompas di Padang dalam laporan melalui telepon Minggu malam menyebutkan, warga Kota Padang, terutama yang rumahnya berada di sekitar pantai hingga radius tiga kilometer dari pantai, betul-betul panik. Warga berlarian ke perbukitan, misalnya, ke kawasan Limau Manih, Indarung, Kuranji, Lubuk Minturun, bahkan ada yang lari ke arah Solok menuju kawasan Taman Hutan Raya Bung Hatta, sekitar 23 kilometer dari Padang.

 

"Situasinya betul-betul panik dan tidak menentu. Apalagi, beberapa detik setelah gempa, listrik di Padang tiba-tiba mati total. Bersamaan dengan itu, hubungan komunikasi telepon seluler juga terganggu," lapor Yurnaldi, wartawan Kompas di Padang, dengan nada panik.

 

Dilukiskan, hampir semua kawasan permukiman penduduk yang berjarak sekitar tiga kilometer dari pantai ditinggalkan penghuninya. Warga yang tak punya kendaraan berlarian atau bergelantungan di kendaraan yang mereka temui. Arus pengungsian itu memicu kemacetan luar biasa di jalan-jalan. Antrean paling parah terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar untuk umum di Kota Padang karena banyak pemilik kendaraan berebutan mengisi bahan bakar.

 

Emil Salim, seorang warga yang tinggal di kawasan Pondok, pusat Kota Padang, yang dihubungi Kompas dari Jakarta sekitar pukul 21.00 mengatakan, sejak gempa pertama guncangan seperti tidak henti-hentinya. Warga kota terus berlarian mengungsi ke perbukitan, terutama ke arah Indarung. Jalan-jalan penuh dengan kendaraan dan manusia.

 

"Sekarang warga panik, takut tinggal dalam rumah. Gempa yang terasa kuat sekali," kata Meylina Delwita, yang tinggal di kawasan Rawang Barat, dekat Pelabuhan Teluk Bayur.

 

"Kemungkinan kami akan tidur di luar rumah," kata Ita (37), warga Kompleks Universitas Andalas Padang. Dikatakan, Wali Kota Padang melalui RRI mengimbau agar warga sementara berada di luar rumah. Kepanikan juga melanda warga Kota Bukittinggi, sekitar 80 kilometer dari Padang.

 

Sejauh yang terpantau, di Padang hingga Minggu malam belum ada laporan korban jiwa akibat gempa. Hanya saja, sejumlah bangunan dilaporkan retak-retak. Kantor Gubernur Sumatera Barat di Jalan Sudirman, misalnya, beberapa bagian dinding dan plafonnya dilaporkan rontok. Sejumlah bangunan pertokoan dan kantor di Jalan Permindo dilaporkan hampir ambruk.

 

Tak ada tsunami Sementara itu, Kepala Subbidang Manajemen Data BMG Balai Wilayah I Medan Hendra Suwarta yang ditemui Minggu malam di Medan mengatakan, kekuatan gempa yang dirasakan di Padang hampir sama seperti yang warga Medan rasakan saat gempa Nias 28 Maret.

 

"Dari pandangan mata petugas BMG Padang, tidak ada perubahan pada permukaan laut selama 15 menit setelah gempa. Karena itu, kami yakin tidak ada tsunami menyusul gempa itu," ujar Hendra.

 

Kepala Bidang Gempa BMG Suhardjono mengatakan, gempa itu masih satu rangkaian dengan gempa Aceh yang terjadi 26 Desember 2004 maupun gempa Nias 28 Maret 2005. "Seperti yang sudah diukur sebelumnya, ada pengurangan kecepatan dalam pergerakan lempeng di Mentawai dan sekitarnya. Itu artinya, tegangan sudah terkumpul, dan setiap saat siap dikeluarkan menjadi gempa," ujarnya memaparkan.

 

Guncangan gempa di Sumatera Barat itu juga dirasakan di sebagian wilayah Provinsi Bengkulu dan Provinsi Jambi. Gempa ini sempat membuat sebagian warga panik dan berhamburan keluar rumah.

 

Kepala Bagian Gempa Bumi BMG Kepahiang, Bengkulu, Ali Muzayin yang dihubungi dari Palembang mengatakan, getaran terasa di Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong, dan Kabupaten Mukomuko. Gempa juga dirasakan di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. (NAL/HAM/ZUL/IAM/NAT/ VIN/RAY/NES/IBRA)

 

Sumber : KCM 

 

Gempa 2 hari yang lalu memang telah membuat warga di Provinsi Jambi cukup panik termasuk gua, karena gempanya kerasa banget dan lebih kerasa daripada yang sebelumnya terjadi di Nias. Sepanjang malam itu sebenernya masih terjadi gempa hanya tidak terlalu keras tapi cukup membuat lampu sedikit bergoyang dan kembali lagi terasa pada pukul 12 malam dan sekitar pukul 1 pagi tanggal 11 April 2005. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi karena memang gempa kemaren sempet membuat gua agak sedikit parno dan pengen cepet-cepet pulang ke Jakarta.


 DJ_Okay melayang at 07:26 am

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry